Spektrofotometer-Adalah

Spektrofotometer : Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Spektrofotometer adalah sebuah alat laboratorium dengan Teknik spektroskopi guna menganalisa atau mempelajari tentang absorpsi & emisi radiasi suatu senyawa.

Alat ini punya beberapa jenis sesuai kebutuhan & fiturnya. Di sini, kita akan membahasnya lebih detail. Bagi Kamu yang bekerja di laboratorium, pastikan Kamu simak article ini hingga selesai.

Apa Itu Spektrofotometer?

APA-ITU-SPEKTROFOTOMETER

Sebenarnya, alat ini merupakan gabungan dari 2 alat, yaitu spektrometer dan fotometer.

Spektrometer sendiri berfungsi menghasilkan sinar dari spektrum dengan dilai Panjang gelombang yang sudah ditentukan.

Di sisi lain, fotometer adalah alat untuk mengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan/diabsorbsi.

Jadi, spektrofotometer berfungsi untuk menganalisa suatu senyawa, dari segi kuantitatif dan kualitatif.

Jenis Jenis Spektrofotometer

Setelah memahami pengertiannya, sekarang jenis-jenis spektrofotometer kita bahas. Berdasarkan sumber cahayanya, ada 4 jenis yang harus Kamu ketahui.

Visible Spektrofotometer (Spektrofotometer Vis)

Ini adalah jenis spktrofotometerdengan sumber energi atau cahaya yang terlihat atau tampak. Artinya, mata manusia dapat menangkap cahaya tersebut.

Sedangkan panjang gelombangnya berkisar antara 380 hingga 750nm.

Ultra Violet Spektrofotometer (Spektrofotometer UV)

Kemudian, jenis ini hadir dengan sumber cahaya UV. Sementara itu, Panjang gelombangnya berkisar 190 hingga 380nm.

Selain itu, alat ini menggunakan lampu jenis deuterium. Karena sifat sinar UV tidak tampak oleh mata manusia, senyawa yang bisa menyerampnya biasanya tidak boleh transparan.

Spektrofotometer UV-Vis

Lalu, jenis yang satu ini adalah gabungan dari jenis Vis dan UV. Artinya, alat ini punya 2 jenis sumber cahaya yang berbeda.

Pada alat yang lebih canggih, ia hanya menggunakan 1 sumber cahaya yang memiliki jangkauan Panjang gelombang melebar.

Infra-Red Spektrofotometer (Spektrofotometer IR)

Jenis terakhir ini hadir dengan penyerapan panjang gelombang infra merah. Proses identifikasinya adalah dengan membandingkan sinyal sampel dan sinyal standar (blank).

Berdasarkan perlakuan sumber cahaya & jumlah detektornya, ada 4 jenis spektrofotometer yang perlu Kamu ketahui.

Single Beam Spektrofotometer

Jenis ini memiliki harga paling murah dan hanya menggunakan satu sumber energi atau cahaya.

Mekanismenya adalah, cahaya melalui kuvet (sel sampel), lalu detektor membaca hasil pembacaannya.

Double Beam Spektrofotometer

Untuk jenis double beam, alat ini paling ideal untuk penelitian karena Kamu bisa menggunakannya dengan mudah dalam setiap aplikasi.

Pada jenis ini, ada 2 buah kuvet yang mana sumber cahaya akan melewatinya dulu sebelu detektor menangkapnya.

Ratio Beam Spektrofotometer

Sampai saat ini, belum banyak orang yang menggunakan alat jenis ini. Harganya leh mahal dari jenis single beam.

Selain itu, jenis ini lebih murah dari double beam namun fungsinya mendekati jenis double beam.

Dual Beam Spektrofotometer

Jenis inilah yang paling bertenaga karena cara kerjanya laindari jenis-jenis sebelumnya.

Meski hanya ada 1 sumber cahaya, tapi punya 2 detektor yang menangkap cahaya dari 2 kuvet berbeda.

Apa Fungsi Spektrofotometer?

Di bagian ini, sekarang kita fokus pada fungsinya. Pada dasarnya, alat ini berfungsi untuk menghitung atau menganalisa seberapa besar atau banyak senyawa pada suatu sampel.

Misalnya adalah menghitung konsentrasi cobalt & nikel dalam sampel air limbah sungai Ciliwung.

Dengan mengetahui konsentrasi senyawanya, Kamu bisa mencari & menganalisa industri yang membuang limbah ke sungai tersebut, pengaruh terhadap habitat ikan, tingkat pencemaran, dll.

Apa Saja Bagian Spektrofotometer?

Selanjutnya, penting untuk mengetahui bagian-bagian pada alat ini. Umumnya, spektrofotometer hadir dengan beberapa bagian, yaitu:

Sumber Cahaya

Alat ini memperoleh sumber energi atau cahaya dari lampu. Umumnya, alat ini menggunakan Lampu Tungsten atau Wolfram & Lampu Deuterium.

Monokromator Spektrofotometer

Ini adalah bagian komponen yang berfungsi memecah cahaya polikromatis jadi monokromatis.

Kemudian, cahaya ini digunakan sesuai kebutuhan  Panjang gelombang yang Kamu inginkan. Ada beberapa komponen pada bagian ini, yaitu slit in, prisma, dan slit out.

Sample Kompartemen

Berikutnya, ada bagian Bernama sample kompartemen yang berfungsi untuk meletakkan sampel dalam kuvet.

Sebagai informasi, kuvert adalah wadah atau komponen dari kaca, silica, atau kuarsa, untuk menaruk sampel untuk dianalisis.

Detektor

Ini adalah bagian terakhir yang berfungsi menangkapsinar yang melewati sampel. Kemudian, amplifier mengubahnya menjadi sinyal listrik.

Dari situ, kita bisa mendapatkan besaran nilai pengukuran yang tampil di monitor atau layar computer yang sudah terhubung.

Cara Kerja Spektrofotometer

Cara-Kerja-Spektrofotometer

Prinsip kerja spektrofotometer berbeda-beda antara satu jenis dengan jenis lainnya.

Sebenarnya, prinsip kerja jenis single beam sangat sederhana, yaitu membandingkan blank & sample.

Misalnya, Kamu ingin menilai kandungan nikel dari sebuah sampel air sungai. Maka, cara mengukurnya adalah dengan menghitung nilai serapan cahaya dasar/blank-nya dulu.

Setelah itu, Kamu baru menghitung serapa cahaya sampel air sungai tersebut. Jadi, Kamu akan mendapatkan selisih antara blank & sample. Itulah hasil pengukuran dasar air sungai tersebut.

Nantinya, Kamu bisa mengolah nilai & data ini lebih lanjut.

Jika sumber cahaya sudah menyala, cahaya melewati pintu masuk (slit in) dan mengenai prisma sehingga cahaya terdispersi.

Lalu, dilakukan pemilihan gelombang dengan Panjang yang sesuai. Kemudian, gelonbang tesebut melewati pintu keluar (slit out).

Nantinya, cahaya yang keluar mengenai kuvet yang berisi blank atau sample. Kalau ada nilai absorbansi pada sampel, Kamu akan menemukan selisih antara keduanya.

Kamu bisa melihat nilai sample tersebut pada layar komputer atau spektrofotometer.

Penggunaan Spektrofotometer

Untuk menggunakan alat ini dengan benar, Kamu harus paham prosedur penggunaannya. Tiap jenis punya prosedur yang berbeda-beda dalam menggunakannya.

Selain itu, perbedaan prosedur penggunaan juga tergantung merknya. Namun secara umum, urutan prosedur Analisa menggunakan alat ini adalah sebagai berikut.

  1. Pertama, tentukan sampel yang akan Kamu Analisa.
  2. Setelah itu, tentukan senyawa yang akan Kamu nilai.
  3. Kemudian, siapkan sampel & instrument lain untuk menganalisa dengan alat ini.
  4. Lalu, nyalakan alat ini & mulai bekerja.
  5. Jika saudah selesai & mendapat hasilnya, catat agar Kamu bisa membandingkannya dengan mudah.
  6. Jangan lupa untuk membersihkan alat ini setelah penggunaan, dan keluargak kuver sampel dari bagian kompartemen.
  7. Terakhir, matikan & cabut daya.

Perawatan Spektrofotometer

Satu lagi yang tak kalah penting adalah melakukan perawatan dengan benar. Agar tidak cepat rusak, taruh alat ini di tempat yang kokoh dan aman.

Selain itu, gunakan kuvet yang sesuai jenis spektofotometer. Jangan lupa untuk rutin membersihkannya, terutama setelah penggunaan.

Penting juga untuk selalu mengecek kondisi bagian-bagiannya secara berkala. Jika bingung, Kamu bisa konsultasi dengan service center terdekat.

Beberapa bagian cukup rentan terhadap kerusakan sehingga Kamu harus lebih memperhatikannya.

Selain lampu, bagian rentan lainnya termasuk layar, kuvet, mainboard, dan motor.

Jika Kamu tertarik untuk membeli Spektofotometer, pastikan Kamu memilih jenis yang tepat sesuai kebutuhan. Untuk harganya, alat ini berkisar antara 30 – 290 jutaan rupiah.

Demikian penjelasan tentang pengertian Spektrofotometer dan fungsinya yang perlu Kamu pahami. Mudah-mudahan, artikel yang fairburynewsnow.com berikan dapat memberi banyak manfaat untuk Kamu semua.